Indonesiasenang-, D'Masiv memasuki babak baru dalam perjalanan karier mereka di industri musik. Tepat di tahun ke-23 berkarya, band yang digawangi Rian Ekky Pradipta, Dwikky Marsall, Nurul Ramadhan, Rai Dinata, dan Wahyu Piaji itu resmi merilis single terbaru berjudul On Our Own pada 27 Mei 2026 melalui label independen mereka sendiri, MSV Records.

Lagu berbahasa Inggris tersebut bukan sekadar rilisan baru, melainkan simbol transformasi besar D’Masiv sebagai artis independen dengan visi internasional. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu nama besar di bawah naungan musica.id⁠, kini D’Masiv memilih jalur mandiri demi membuka ruang eksplorasi kreatif yang lebih luas.

“On Our Own adalah refleksi jujur tentang dunia yang terasa semakin bising dan penuh kepura-puraan. Lagu ini menggambarkan perjalanan manusia sejak lahir ke dunia dengan tangisan lalu tumbuh di kenyataan kehidupan yang keras dan tak mudah, tapi bisa menghadapi semua itu dengan kebersamaan”, kata Rian Ekky Pradipta saat jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta, 20 Mei 2026.

Lagu tersebut ditulis Rian Ekky Pradipta bersama musisi asal Bandung, Daniel Zethi, dan diproduseri oleh Ryan Benyo, produser asal Amerika Serikat yang dikenal pernah bekerja dengan Parachute, Sheppard, hingga Lisa Loeb. Kolaborasi itu terjalin setelah D’Masiv menjalin kerja sama dengan anrworldwide.com⁠�, perusahaan artist discovery dan development internasional asal Los Angeles yang pernah terlibat dalam perjalanan musisi besar seperti Adele, Coldplay, hingga Katy Perry.

Menurut Rian Ekky Pradipta, keputusan bekerja sama dengan Ryan Benyo lahir dari keinginan D’Masiv untuk menghadirkan warna baru dalam musik mereka. “Masukannya membuat lagu ini berbeda dari produksi D'Masiv sebelumnya, dan itu sesuai dengan yang kami bayangkan”, ujarnya.

Tak hanya itu, kualitas produksi On Our Own juga diperkuat oleh dua nama besar industri musik dunia, yakni Mark Needham untuk proses mixing dan Howie Weinberg untuk mastering, dua sosok yang telah mengoleksi berbagai penghargaan dan nominasi Grammy Awards.

Selama lebih dari dua dekade, D’Masiv dikenal lewat lagu-lagu pop emosional berbahasa Indonesia seperti Cinta Ini Membunuhku dan Jangan Menyerah. Namun melalui On Our Own, mereka mencoba memperluas cakrawala pendengar.

Keinginan membuat lagu berbahasa Inggris ternyata sudah lama dipendam band tersebut. Bahkan dalam dua album terakhir, D’Masiv mulai menyisipkan satu lagu berbahasa Inggris sebagai eksperimen menuju pasar global.

“Kami ingin membuat album yang bisa dimengerti semua orang di seluruh dunia, dan bahasa Inggris adalah bahasa yang paling bisa melebarkan pasar D’Masiv”, ungkap Rian Ekky Pradipta

Dari tiga lagu yang direkam di Los Angeles pada awal 2026, On Our Own akhirnya dipilih sebagai single pembuka karena dianggap paling merepresentasikan identitas baru mereka sebagai band independen.

Langkah ini sekaligus menjawab rumor yang sempat beredar mengenai kondisi internal band. Beberapa waktu lalu, akun Instagram resmi D’Masiv mendadak kosong dan memunculkan spekulasi bahwa grup tersebut akan bubar. Namun kenyataannya, pengosongan media sosial itu menjadi bagian dari strategi rebranding menuju era baru.

Transformasi D’Masiv tak hanya terdengar dari musiknya, tetapi juga terlihat dari pendekatan visual yang kini lebih berani. Untuk video musik On Our Own, mereka kembali menggandeng Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara sekaligus creative director.

Video musik tersebut dijadwalkan tayang pada 2 Juni 2026 di kanal YouTube resmi D’Masiv. Menurut Rian, Dmaz kini memegang peran penting dalam menjaga identitas visual band, mulai dari konsep artistik hingga desain merchandise.

“Kami membebaskannya untuk membuat konsep seabsurd dan seliar mungkin serta mengeksplor apa yang ada di pikirannya”, ucap Rian Ekky Pradipta.

Pendekatan kreatif yang lebih terbuka itu menunjukkan bagaimana D’Masiv kini mencoba keluar dari zona nyaman yang selama ini melekat pada citra mereka sebagai band pop mainstream.

Meski telah menjadi salah satu band dengan perjalanan panjang di Indonesia, D’Masiv belum berhenti bermimpi. On Our Own disebut sebagai pintu masuk menuju target yang lebih besar: menjadi artis global asal Indonesia.

Dalam waktu dekat, mereka berencana merilis satu hingga dua single tambahan sebelum meluncurkan album penuh pada awal 2027. Setelah itu, target berikutnya adalah tur dunia dan tampil di festival-festival musik internasional bergengsi.

Nama-nama seperti Glastonbury Festival, Coachella Valley Music and Arts Festival, Lollapalooza, hingga Fuji Rock Festival menjadi panggung impian yang ingin mereka taklukkan.

“Semoga On Our Own bisa membawa kami ke sana dan menjadi pembuka untuk D’Masiv dikenal tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia”, pungkas Rian Ekky Pradipta. (devin; foto hdm)