Indonesiasenang-, TANGERANG — Industri kecantikan Indonesia terus bergerak mengikuti perubahan kebutuhan konsumen. Tidak lagi sekadar mencari manfaat dari sebuah produk, konsumen kini semakin memperhatikan tekstur, kenyamanan, pengalaman penggunaan, hingga manfaat jangka panjang untuk kulit.
Salah satu pelaku industri yang membawa inovasi tersebut adalah COSMAX Indonesia.
Ditemui di sela Opening Cosmobeauté Indonesia 2026, melalui kehadirannya di Cosmobeauté Indonesia 2026, COSMAX memperkenalkan sejumlah perkembangan produk sekaligus melihat arah kebutuhan konsumen Indonesia menuju tren beauty 2027.
COSMAX Hadirkan Sensorial Zone
Menurut Clara Insaniputri S, Strategic Marketing COSMAX Indonesia, salah satu perkembangan yang semakin penting adalah kehadiran sensorial experience.
Berbeda dari tahun sebelumnya, COSMAX Indonesia menghadirkan sensorial zone, yang memperkenalkan cara kerja laboratorium sensori dalam menguji pengalaman konsumen terhadap produk kecantikan.
Dalam kesempatan tersebut, sunscreen dan cushion menjadi dua kategori yang diangkat. Keduanya dipilih karena semakin dekat dengan rutinitas kecantikan konsumen Indonesia.
“Di lab sensori itu kita melakukan tes sensorial terhadap produk beberapa kategori. Nah hari ini kita membawa sunscreen dan juga cushion. Di situ kita sudah melakukan mapping seluruh Indonesia, sebenarnya cushion sama sunscreen itu sensorial experience apa yang mereka sukai dari sisi tekstur,” ujar Clara.
Melalui pengujian tersebut, COSMAX ingin memberikan gambaran kepada pelaku industri mengenai preferensi konsumen Indonesia, terutama dari sisi tekstur dan rasa nyaman ketika produk diaplikasikan.
Hal ini menjadi penting karena kebutuhan konsumen Indonesia tidak selalu sama dengan pasar negara lain. Data dan pemetaan sensorial tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi brand ketika mengembangkan produk skincare maupun makeup untuk pasar Indonesia.
Derma Beauty Jadi Arah Tren Beauty 2027
Selain sensorial experience, derma beauty menjadi salah satu tren yang diprediksi semakin berkembang pada 2027.
Clara menjelaskan, perkembangan derma beauty tidak terlepas dari semakin meningkatnya pemahaman konsumen terhadap ingredients dan kebutuhan kulit. Konsumen mulai mencari produk yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mendukung perawatan kulit dalam jangka panjang.
“Beauty derma itu sebenarnya hadir karena orang-orang itu sudah semakin paham terkait ingredients atau produk yang mereka gunakan. Karena mereka sudah tahu produk apa yang mereka butuhkan, mereka membutuhkan suatu hal yang istilahnya untuk jangka panjang,” jelasnya.
Tren tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya ketertarikan terhadap perawatan di salon dan klinik kecantikan. Konsumen kemudian mencari pengalaman serupa yang dapat dilakukan secara rutin di rumah melalui produk derma skincare.
Beauty 2027 Tak Cuma Soal Formula
COSMAX Indonesia juga membawa berbagai formula terbaru, termasuk produk yang menjadi best seller dari Korea maupun Indonesia. Perkembangannya tidak hanya terlihat dari ingredients dan manfaat, tetapi juga dari look and feel serta sensorial produk.
“Orang tuh nggak cuma pengen mendapatkan benefit, tapi tadi experience-nya itu sendiri,” tutup Clara.
Dengan demikian, tren beauty 2027 diperkirakan semakin mengarah pada perpaduan antara derma beauty, longevity, skin-first, dan sensorial experience. Bagi industri kecantikan, perubahan ini membuka peluang untuk menghadirkan produk yang tidak hanya menjawab kebutuhan kulit, tetapi juga memberikan pengalaman penggunaan yang semakin sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia. (kintan)