Indonesiasenang-, JAKARTA — Industri kecantikan Indonesia kini tidak lagi hanya berbicara soal penampilan. Perkembangan industri beauty semakin erat dengan konsep wellness yang mencakup kesehatan, keseimbangan hidup, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, S.E. pada sambutannya dalam rangkaian Opening Ceremony Cosmobeauté Indonesia 2026, Kamis, 1 Oktober 2026. Menurutnya, perkembangan tren beauty dan wellness membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat sektor pariwisata berkualitas.

Ni Luh Puspa mengungkapkan, berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai wellness economy global telah mencapai sekitar US$6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$9,8 triliun pada 2029.
Sementara itu, Indonesia disebut menjadi salah satu pasar wellness terbesar di kawasan Asia Tenggara. Nilai wellness market Indonesia pada 2024 tercatat sekitar US$55,77 miliar.

Ni Luh Puspa menyampaikan peluang beauty dan wellness dalam pariwisata Indonesia di Cosmobeauté 2026

“Indonesia punya potensi yang sangat besar sekali. Jadi saya berharap semakin banyak ada hub-hub wellness dan beauty di Indonesia sehingga Indonesia makin dikenal, Indonesia makin bisa memperkuat posisinya di dunia,” ujar Ni Luh Puspa.

Pariwisata Indonesia Terus Bertumbuh
Potensi tersebut, lanjut Ni Luh Puspa, dapat diperkuat dengan kinerja pariwisata Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 8,98 juta kunjungan, tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 737,85 juta perjalanan, meningkat 3,34 persen secara tahunan.

Pertumbuhan pariwisata juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian. Untuk periode Januari hingga Juni 2026, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai US$8,43 miliar.

Wellness Tourism Dorong Lama Tinggal Wisatawan
Ni Luh Puspa menilai sektor beauty, wellness, dan kesehatan memiliki peluang untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Indonesia.
“Kalau misalnya datang untuk wellness ke Indonesia, ke Bali, not less than two weeks, minimum 10 days. Begitu juga misalnya orang datang untuk kesehatan, itu juga not less than two weeks or 10 days,” katanya.

Ni Luh Puspa melakukan booth tour Cosmobeauté Indonesia 2026 setelah Opening Ceremony di ICE BSD City

Masa tinggal yang lebih panjang dinilai dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi, hotel dan akomodasi, restoran, kafe, hingga aktivitas belanja wisatawan.

Karena itu, wellness tourism menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata berkualitas. Indonesia dinilai memiliki modal kuat karena menawarkan pengalaman yang berakar pada alam, budaya, tradisi, dan kearifan lokal.Dalam konteks tersebut, Cosmobeauté Indonesia 2026 juga dinilai memiliki peran strategis karena mempertemukan pelaku industri, buyer, inovasi, serta jejaring internasional.

Cosmobeauté Indonesia 2026 sedianya akan berlangsung 1–3 Oktober 2026 di Hall 5–9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Memasuki edisi ke-19, Cosmobeauté Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 600 perusahaan dan 1.550 merek kecantikan dari berbagai negara serta memperluas cakupan inovasi industri beauty. (kintan)