Indonesiasenang-, Tingginya curah hujan yang turun di berbagai daerah menjadi masalah baru bagi kesehatan, dimana kasus Demam Berdarah Dengue biasanya mengalami peningkatan. Masalahnya, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan jika perawatan yang dilakukan terlambat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Takeda selaku perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan didorong oleh R&D, berkomitmen untuk melawan demam berdarah dengan membuat vaksinnya dapat diakses secara luas.

Pada acara diskusi bersama dengan topik “Demam Berdarah di Sekitar Kita: Ayo #3MPlusVaksin” yang diadakan di Raffles Hotel, Jl. Prof. DR. Satrio No.Kav 3 – 5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta hari Rabu, 31 Mei 2023, dipaparkan bagaimana DBD  begitu pentingnya untuk dicegah.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI yang hadir dalam acara tersebut, di JABODETABEK kota Depok merupakan kota yang hingga saat ini memiliki kasus DBD paling banyak dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. "Apalagi di bulan-bulan Juni-Juli ini intensitas hujan yang naik turun, kita perlu sekali untuk melakukan 3 M, yaitu MENGURAS,MENUTUP dan MENDAUR ULANG. Kenapa mendaur ulang? Karena di Jakarta sendiri lahan sudah mulai menipis, sehingga perlu menggantinya dengan mendaur ulang. Melakukan vaksinasi juga saat ini sangat penting agar daya tahan tubuh manusia bisa semakin meningkat untuk menghadapi DBD." Ungkap dr.Siti Nadia Tarmizi.

Sementara itu, Andreas Gutknecht, General Manager, Takeda turut mengungkapkan bagaimana Takeda mempersiapkan vaksin DBD untuk bisa digunakan oleh masyarakat secara menyeluruh. Tentunya dengan harga yang terjangkau, diharapkan bisa mengurangi kematian akibat penyakit yang dihasilkan oleh nyamuk Aides Aegypti ini.

"Vaksin ini sudah kami buat untuk batas usia antara 6 sampai 45 tahun. Tentunya nanti akan disesuaikan bagaimana untuk vaksin selanjutnya yang mampu diberikan kepada rentang usia 45 tahun ke atas. Saat ini penetapan harga disesuaikan dengan daya beli di setiap  negara. Untuk saat ini di Indonesia untuk satu dosis vaksin dibanderol dengan harga 657.899 rupiah diluar harga jasa vaksinasi atau dokter." jelas Andreas.

Hingga saat ini Takeda masih berupaya untuk sosialisasi dan mengajak berbagai pihak dan lembaga-lembaga terkait untuk mensosialisasikan vaksin DBD agar nantinya dapat lebih dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. (kintan; foto praba)