Calengsai Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Banyumas

Kolaborasi UMKM dan seniman lokal mengangkat Calengsai sebagai ikon pariwisata budaya Banyumas lewat kemasan edisi Imlek 2026

Calengsai Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Banyumas

Indonesiasenang-,  Upaya pelestarian seni tradisi Banyumas terus menemukan bentuk-bentuk baru yang kreatif dan kontekstual. Salah satunya melalui kolaborasi antara pelaku UMKM, seniman lokal, dan media budaya yang mengangkat Calengsai sebagai identitas budaya Banyumas dalam kemasan produk edisi khusus Imlek 2026.

Calengsai merupakan kesenian hasil akulturasi budaya Banyumas dan Tionghoa yang menggabungkan unsur Calung, Lengger, dan Barongsai. Kesenian ini lahir dari proses panjang perjumpaan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Di tengah arus modernisasi, Calengsai menjadi bukti bahwa seni tradisi mampu bertransformasi tanpa kehilangan nilai dasarnya.

Sebagai daerah dengan kekayaan seni tradisional, Banyumas memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya. Namun, tantangan berupa minimnya regenerasi seniman dan terbatasnya ruang ekspresi masih menjadi persoalan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Sari Asian Food, UMKM kuliner yang dikenal dengan produk chiffon cake khas Banyumas, mengambil peran dalam gerakan ini. Melalui desain kemasan yang mengusung ilustrasi Tarian Calengsai, produk edisi Imlek tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga media promosi budaya. Kolaborasi ini melibatkan Sanggar Seni Panginyongan dan Budayantara Media sebagai mitra kreatif.

Proses produksi visual kemasan dilakukan di Sanggar Seni Panginyongan, Purwokerto, Sabtu (10/1/2026), dengan menghadirkan para seniman lokal. Kegiatan tersebut menjadi ruang temu antara dunia seni dan industri kreatif, sekaligus memperkuat jejaring pelaku pariwisata budaya di Banyumas.

Disampaikan oleh Banu dari Chiffon Manja, bahwa pengangkatan Calengsai merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia. Menurutnya, pendekatan kreatif semacam ini dapat mendekatkan seni tradisi kepada generasi muda melalui medium yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan Sanggar Seni Panginyongan, Randhi Haryaningtyastomo, menilai kolaborasi ini membuka peluang baru bagi seniman lokal untuk terlibat aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Ketika seni tradisi bertemu UMKM dan media, dampaknya tidak hanya pada pelestarian budaya, tetapi juga kesejahteraan masyarakat", ujar Randhi Haryaningtyastomo.

Dengan hadirnya Calengsai dalam kemasan produk UMKM, seni tradisi Banyumas tidak lagi terbatas pada panggung pertunjukan. Ia berkembang menjadi identitas visual pariwisata budaya yang memperkuat citra Banyumas sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang inklusif dan adaptif. (dewa; foto djo)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.