Indonesiasenang-, Mengenali diri dan menerima perjalanan hidup dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan merangkai bunga. Pendekatan kreatif tersebut dihadirkan Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center melalui program Ruang Cerita bertajuk Bloom Your Own Story, yang menggabungkan aktivitas seni dengan refleksi diri dan interaksi komunitas.
Workshop yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026) ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kreatoria untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengekspresikan emosi, pengalaman, dan pencapaian hidup melalui rangkaian bunga yang dibuat sesuai interpretasi masing-masing.
Didukung Dian Kenanga Totok Aura dan Wardah, kegiatan ini menawarkan pengalaman berbeda dari workshop merangkai bunga pada umumnya. Peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar menyusun bunga, tetapi juga diberi kesempatan untuk memahami perjalanan pribadi dan menghargai setiap pencapaian yang telah diraih.
Kintan Prabaningrum dari Bloom Storiess Jakarta mengatakan, bunga dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita personal. Setiap pilihan bunga, warna, hingga komposisi rangkaian bisa mencerminkan karakter dan pengalaman pembuatnya.
“Intinya, kami ingin mengajak peserta untuk mengenali dan menerima diri mereka melalui media bunga. Mereka bisa menuangkan emosi, pengalaman, serta pencapaian hidup ke dalam sebuah rangkaian bunga yang pada akhirnya akan menceritakan, inilah aku”, kata Kintan Prabaningrum di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Minggu (18/10/2026).
Dalam proses merangkai, peserta bebas menentukan bentuk, tinggi, dan susunan bunga tanpa harus mengikuti pola yang seragam. Kebebasan tersebut menjadi bagian penting untuk mendorong ekspresi diri sekaligus menghargai perbedaan cara setiap orang memaknai kehidupannya.
Kintan Prabaningrum mencontohkan, bunga mawar yang diletakkan paling tinggi dapat menggambarkan pencapaian terbesar seseorang. Bagi satu peserta, pencapaian itu mungkin berupa kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, sedangkan bagi peserta lain bisa berupa keberhasilan merintis usaha kecil.
Bunga pelengkap, seperti krisan dan aster, dapat melambangkan pengalaman serta pelajaran yang turut membentuk perjalanan hidup. Dengan demikian, rangkaian bunga tidak hanya menjadi hasil karya kreatif, tetapi juga representasi dari proses tumbuh dan berkembang seseorang.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyadari bahwa pencapaian tidak harus selalu diukur berdasarkan standar orang lain. Pengalaman sederhana sekalipun dapat memiliki arti penting dan menjadi alasan untuk menghargai diri sendiri.
Sekitar 14 peserta dari berbagai generasi, termasuk ibu dan anak, mengikuti workshop tersebut. Selain menjadi sarana mengeksplorasi kreativitas, kegiatan ini membuka kesempatan untuk berkenalan, bertukar pengalaman, dan membangun relasi baru dalam suasana santai.
Adinda, salah seorang peserta asal Tebet, mengaku mendapatkan pengalaman menyenangkan karena dapat bertemu orang baru sekaligus mencoba aktivitas kreatif yang disukainya.
“Senang sekali karena bisa kenal banyak teman baru. Jujur, awalnya saya masih bingung saat merangkai bunga. Namun, setelah melihat teman-teman lain kreatif, saya jadi ikut terpacu untuk berkreasi. Kebetulan saya juga suka bunga, jadi melihat banyak bunga baru membuat saya semakin antusias. Semuanya juga ramah dan baik”, ungkap Adinda.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kreativitas dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk membangun koneksi sosial. Peserta tidak hanya membawa pulang rangkaian bunga hasil karya sendiri, tetapi juga pengalaman berinteraksi dan kesempatan mengenal sudut pandang baru.
Djelaskan oleh Riana Megawati selaku Marketing Communication Manager atau Head of Marketing Communication Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, bahwa Ruang Cerita dikembangkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk bertemu, berbagi pengalaman, bersosialisasi, dan membangun hubungan. “Ruang Cerita itu sesuai namanya, yaitu ruang untuk bertemu, ruang untuk berbagi cerita, ruang untuk terkoneksi dengan orang lain, dan ruang untuk bersosialisasi”, katanya.
Menurutnya, hotel ingin memperluas peran agar tidak hanya dikenal sebagai tempat menginap, menikmati kuliner, atau menyelenggarakan acara, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung terbentuknya komunitas.
Dalam pelaksanaannya, Aston Priority Simatupang menggandeng mitra yang relevan dengan konsep kegiatan. Kolaborasi dengan Kreatoria dalam Bloom Your Own Story menjadi salah satu contoh upaya menghadirkan aktivitas yang mendorong kreativitas dan interaksi sosial.
Ke depan, Ruang Cerita akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang menyesuaikan minat serta kebutuhan peserta. Hotel juga menargetkan terbentuknya hubungan berkelanjutan dengan komunitas yang tumbuh dari program tersebut.
Sejumlah segmen yang menjadi perhatian antara lain komunitas perempuan dan wellness, komunitas pria, serta komunitas parenting. Pengalaman Aston Priority Simatupang menyelenggarakan Kids Muslim Camp sebanyak enam angkatan, dengan sekitar 30 peserta setiap angkatan, turut menjadi modal untuk mengembangkan jaringan komunitas orang tua.
Dikatakan oleh Riana Megawati, bahwa kegiatan komunitas secara umum direncanakan berlangsung setiap tiga hingga empat bulan sekali, menyesuaikan jenis program yang diselenggarakan.
Melalui Ruang Cerita, Aston Priority Simatupang ingin menghadirkan ruang interaksi yang lebih bermakna bagi masyarakat. Bloom Your Own Story menjadi salah satu wujudnya, dengan mengajak peserta memahami bahwa setiap orang mempunyai perjalanan berbeda yang layak dihargai.
Seperti bunga yang tumbuh dengan bentuk dan warna beragam, setiap individu memiliki cerita, pengalaman, dan cara tersendiri untuk berkembang. Merangkai bunga pun menjadi kesempatan untuk mengenali diri, menerima proses kehidupan, dan merayakan pencapaian tanpa harus membandingkannya dengan orang lain. (damar; foto byos)