Beras Fortifikasi FORTRIZ Resmi Diluncurkan, Ini Dampaknya untuk Gizi Anak Indonesia

Beras fortifikasi FORTRIZ resmi diluncurkan untuk mendukung program MBG. Inovasi Indonesia–Prancis ini bantu tingkatkan gizi anak dan tekan risiko anemia.

Beras Fortifikasi FORTRIZ Resmi Diluncurkan, Ini Dampaknya untuk Gizi Anak Indonesia

Indonesiasenang-, Lebih dari 20 persen anak usia sekolah di Indonesia masih mengalami kekurangan satu atau lebih vitamin dan mineral penting. Kondisi ini berdampak pada daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, hingga performa akademik. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah Indonesia bersama mitra internasional resmi meluncurkan beras fortifikasi FORTRIZ sebagai inovasi pangan bergizi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program FORTRIZ merupakan hasil kolaborasi Indonesia–Prancis yang diperkenalkan di Bogor. Inisiatif ini bertujuan memperkuat asupan mikronutrien anak sekolah sekaligus mendorong riset dan inovasi pangan sebagai solusi jangka panjang atas masalah kekurangan gizi di Indonesia.

sambutan-jules-irrmann-peluncuran-fortriz-bogor
Sambutan Jules Irrmann menegaskan peran kerja sama Indonesia–Prancis dalam inovasi pangan bergizi.

Apa Itu Fortifikasi Pangan?
Fortifikasi adalah proses penambahan vitamin dan mineral esensial ke dalam bahan pangan untuk meningkatkan nilai gizinya. Strategi ini diakui secara global sebagai salah satu intervensi paling efektif dan terjangkau dalam mengatasi kekurangan mikronutrien pada tingkat populasi.

Berbeda dengan suplemen, fortifikasi diterapkan langsung pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Artinya, peningkatan asupan gizi dapat terjadi tanpa mengubah kebiasaan makan masyarakat. Dalam program FORTRIZ, fortifikasi dilakukan pada beras—pangan pokok mayoritas keluarga Indonesia.

Teknologi fortified rice kernel (FRK) digunakan untuk menambahkan zat gizi penting ke dalam butiran beras, lalu dicampur dengan beras reguler. Proses ini dirancang agar rasa, aroma, dan tekstur nasi tetap sama, sehingga dapat diterima dengan baik oleh anak-anak dan keluarga.

Mengapa Beras Dipilih untuk Fortifikasi?
Beras dikonsumsi hampir setiap hari oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Karena itu, beras menjadi media strategis untuk fortifikasi gizi dengan biaya tambahan yang relatif minimal per porsi, namun berdampak besar dalam jangka panjang.

Beras fortifikasi FORTRIZ dikembangkan untuk mendukung menu dalam program MBG, dengan tujuan memastikan anak sekolah mendapatkan asupan zat besi, vitamin, dan mineral esensial secara konsisten. Pada tahap awal, program ini diuji di empat wilayah dengan sekitar 2.400 siswa sebagai penerima manfaat langsung. Uji penerimaan produk juga melibatkan ratusan siswa untuk memastikan cita rasa dan penerimaan budaya tetap terjaga.

peluncuran-program-fortriz-indonesia-prancis-bogor
Peluncuran FORTRIZ di Bogor menandai kolaborasi Indonesia–Prancis dalam pengembangan beras fortifikasi untuk mendukung gizi anak.

Peran FORTRIZ dalam Menekan Anemia Anak
Kekurangan zat besi dan anemia masih menjadi tantangan kesehatan anak di Indonesia. Melalui fortifikasi beras, FORTRIZ berpotensi membantu menurunkan risiko anemia, meningkatkan energi, serta mendukung konsentrasi belajar anak di sekolah.

Tak hanya soal produk, FORTRIZ juga memperkuat kapasitas dapur sekolah melalui pelatihan gizi, keamanan pangan, dan praktik fortifikasi. Mayoritas tenaga dapur sekolah adalah perempuan, sehingga program ini turut membuka peluang pemberdayaan keterampilan dan dampak sosial-ekonomi di tingkat komunitas.

Dalam skala nasional, pendekatan ini berpotensi menjangkau puluhan ribu tenaga dapur sekolah dan memberi dampak tidak langsung bagi jutaan keluarga penerima manfaat program MBG.

Kolaborasi Riset Indonesia–Prancis untuk Gizi Berkelanjutan
FORTRIZ merupakan contoh kolaborasi riset dan inovasi Indonesia–Prancis yang menghubungkan sains dengan kebijakan publik. Mulai dari formulasi produk, uji mutu, uji rasa, hingga studi dampak gizi, seluruh proses dirancang berbasis bukti ilmiah.

Para pakar kebijakan pangan menilai fortifikasi pangan pokok sebagai strategi global yang efektif menekan risiko anemia dan defisiensi mikronutrien pada anak. Dengan memadukan teknologi, riset, dan implementasi berbasis komunitas, FORTRIZ berpotensi menjadi model kolaborasi internasional yang berdampak nyata dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. (kintan; humip)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.