Indonesiasenang-, Pemerintah membuka tahun 2026 dengan fokus pada penguatan sektor pariwisata Bali sebagai salah satu motor utama ekonomi nasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata untuk memastikan kesiapan layanan pariwisata di tengah tingginya mobilitas wisatawan pada puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kunjungan diawali dengan peninjauan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Widiyanti Putri Wardhana memantau langsung proses pelayanan penumpang, mulai dari area keberangkatan internasional, imigrasi, layanan Visa on Arrival, hingga fasilitas pendukung seperti pusat kuliner dan suvenir. Interaksi dengan wisatawan juga dilakukan untuk menyerap masukan terkait kenyamanan dan kualitas layanan selama berada di Bali.
Di Posko Terpadu bandara, Widiyanti Putri Wardhana menerima laporan terkini mengenai pergerakan wisatawan. Hingga akhir Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali diperkirakan melampaui 7,05 juta kunjungan, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat pemulihan dan pertumbuhan pariwisata internasional di Indonesia.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara ke Bali sepanjang 2025 tercatat mencapai 9,28 juta kunjungan. Meski sedikit menurun dibandingkan 2024, tren ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerataan destinasi wisata nasional, di mana perjalanan wisata domestik semakin menyebar ke berbagai daerah.
“Pariwisata tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman dan pemerataan manfaat ekonomi. Wisatawan nusantara berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah”, kata Widiyanti Putri Wardhana.
Agenda kunjungan berlanjut ke Icon Bali Mall di Sanur, destinasi belanja yang memadukan konsep modern dengan produk UMKM lokal. Tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru, dengan rata-rata 40 ribu pengunjung per hari, menunjukkan wisata belanja menjadi bagian penting dari gaya hidup berlibur di Bali. Program “Bina Indonesia Great Sale 2025” turut mendorong peningkatan transaksi dan daya beli wisatawan.
Sebagai penutup, Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Puri Agung Ubud, pusat budaya dan sejarah Bali. Dialog dengan pelaku pariwisata setempat menyoroti pentingnya sinergi antara pengembangan event budaya, infrastruktur pariwisata, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjadikan Bali tidak hanya sebagai destinasi unggulan, tetapi juga contoh pengembangan pariwisata berkualitas yang menggerakkan ekonomi, melestarikan budaya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (dewa; foto bkkp)