Indonesiasenang-, Kembalinya Anne J. Cotto ke layar lebar setelah lima tahun vakum menjadi salah satu hal yang menarik dalam film Juminten Edan. Tak hanya melakukan comeback, aktris senior tersebut juga menunjukkan totalitasnya dalam menghidupkan karakter Salma, sosok ibu mertua yang angkuh, misterius, dan berwibawa dalam balutan horor-thriller karya sutradara Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh.
Dalam acara Press Screening, konferensi pers, dan Gala Premiere film Juminten Edan di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (16/07/2026), Anne mengaku memiliki pengalaman yang cukup emosional ketika pertama kali menjalani proses syuting sebagai Salma.
Karakter Salma sendiri digambarkan sebagai seorang juragan tambak garam, ibu dari Manto, sekaligus ibu mertua Juminten. Sosoknya memiliki kharisma perempuan Jawa yang kuat dengan karakter yang kompleks dan menjadi bagian penting dalam konflik keluarga yang dihadirkan dalam film.
"Kalau dilihat dalam film, sosok Salma merupakan seorang juragan tambak garam, seorang ibu, sekaligus ibu mertua. Namun, karakteristiknya juga tetap memiliki pesona tersendiri. Mungkin lebih tepat disebut memiliki aura perempuan ningrat Jawa yang sangat kuat”, ujar Anne J. Cotto.
Menurutnya, pengalaman membangun karakter Salma terasa sangat berbeda ketika memasuki lokasi syuting dibandingkan saat menjalani proses reading bersama para pemain lainnya. Atmosfer lokasi yang digunakan justru membantunya lebih mudah menghidupkan sosok Salma.
Adegan pertama Anne J. Cotto dalam film tersebut dilakukan di sebuah rumah tua yang diperkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun. Saat mengenakan kebaya untuk pertama kalinya sebagai Salma, ia mengaku merasakan pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
"Waktu syuting tentu atmosfernya berbeda dengan saat reading. Adegan pertama saya langsung menggunakan kebaya dan mengambil lokasi di sebuah rumah yang usianya kurang lebih sudah mencapai 100 tahun. Ketika berada di lokasi tersebut, saya seperti merasakan ada energi yang masuk dan membantu saya menghidupkan karakter Salma”, tutur Anne J. Cotto.
Pengalaman tersebut bahkan membuat Anne J. Cotto merasa dirinya benar-benar telah keluar dari sosok pribadinya dan menjelma menjadi karakter yang diperankannya. Ia mengaku merinding ketika menjalani adegan menyambut kepulangan sang anak dalam cerita.
"Kalau melihat adegan pertama saya ketika menyambut kedatangan anak saya, saat itu saya mengenakan kebaya. Saya sampai merinding karena merasakan ada energi yang masuk. Ketika berjalan dalam adegan tersebut, rasanya itu bukan lagi Anne J. Cotto. Saya sendiri tidak mengerti bagaimana menjelaskannya. Yang saya rasakan hanyalah saya benar-benar menjadi sosok Salma”, ungkap Anne J. Cotto.
Menariknya, sejumlah penonton menilai karakter Salma memiliki sisi yang anggun sekaligus memikat. Namun, Anne J. Cotto menilai kesan tersebut lebih menggambarkan aura perempuan ningrat dan kewibawaan seorang pemimpin keluarga yang melekat dalam karakter tersebut.
"Kalau dibilang karakter Salma terlihat seksi, mungkin lebih tepat disebut aura ningratnya yang muncul. Sosok juragannya juga terlihat sangat kuat. Semua itu hadir karena benar-benar saya rasakan selama proses memerankannya”, kata Anne J. Cotto.
Baginya, penghayatan terhadap karakter menjadi faktor utama dalam membangun sosok Salma. Ia tidak secara khusus merancang agar karakter tersebut terlihat angkuh, misterius, maupun berkarisma. Seluruh emosi yang muncul lahir dari proses yang dijalani selama syuting berlangsung.
"Mungkin yang ditangkap penonton adalah penjiwaan karakternya. Ada sisi angkuh, misterius, dan karismatik yang semuanya menyatu dalam karakter Salma. Saya sendiri tidak pernah merencanakan hal tersebut sejak awal”, ujar Anne J. Cotto.
Film Juminten Edan juga menjadi proyek layar lebar pertama Anne J. Cotto setelah lima tahun menetap di Bali. Karena itu, kesempatan untuk kembali berakting di film ini menjadi momen yang sangat berarti dalam perjalanan kariernya.
"Ini merupakan film pertama saya setelah lima tahun. Bahkan ketika menjalani adegan pertama, saya tidak tahu nantinya karakter Salma akan tampil seperti apa secara keseluruhan di layar. Namun, sekali lagi, saya merasakan seolah ada energi yang masuk ketika syuting berlangsung. Yang saya dapatkan saat itu hanyalah perasaan bahwa saya benar-benar menjadi seorang perempuan juragan seperti Salma”, jelas Anne J. Cotto.
Melalui penghayatan peran yang total, Anne J. Cotto berhasil menghadirkan karakter Salma sebagai sosok yang tidak hanya menjadi bagian dari konflik dalam Juminten Edan, tetapi juga menghadirkan lapisan emosi yang memperkuat nuansa horor dan drama keluarga dalam film tersebut.
Film Juminten Edan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026. (fathur; foto tcs)