Indonesiasenang-, Ananda Sukarlan Award (ASA) 2027 siap kembali menjadi panggung bagi musisi klasik Indonesia. Mengusung momentum peringatan 200 tahun wafatnya komponis legendaris Ludwig van Beethoven (1770–1827), kompetisi musik klasik ini mewajibkan seluruh peserta membawakan satu atau lebih karya Beethoven sesuai kategori masing-masing.

Melalui kompetisi ini, karya-karya komponis asal Jerman tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat Indonesia. Musik Beethoven akan diperdengarkan melalui video peserta di YouTube hingga babak final yang digelar secara langsung di Jakarta pada 24–25 Juli 2027.

“Kompetisi ASA itu kompetisi musim gugur. Lebih banyak gugurnya daripada yang menjadi pemenang, hahaha...” ujar pianis sekaligus komponis Ananda Sukarlan melalui akun Instagram @anandasukarlan.

Meski persaingannya ketat, Ananda Sukarlan menegaskan bahwa keberanian untuk mengikuti kompetisi merupakan kemenangan tersendiri. “Dalam kompetisi ini, gugur bukan berarti kalah. Yang benar-benar kalah adalah yang gugur sebelum bertanding, alias tidak berani. Kalau berkompetisi, apa pun hasilnya, dia adalah pemenang, karena sudah bisa melawan kebimbangan diri sendiri,” jelasnya.

Menurut Ananda Sukarlan, kompetisi menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang. Peserta yang belum berhasil juga masih memiliki kesempatan mengikuti ASA dua tahun berikutnya atau memperoleh Golden Ticket melalui Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+).

Cara Mengikuti Ananda Sukarlan Award 2027
Ada dua jalur untuk mencapai babak final Ananda Sukarlan Award 2027. Pertama, melalui Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2026. Sejumlah pemenang Grand Final akan memperoleh Golden Ticket to ASA 2027 sehingga dapat langsung melaju ke babak final tanpa mengikuti semifinal.

Kedua, peserta dapat mengikuti seleksi semifinal ASA 2027 dengan mengunggah video penampilan ke YouTube. Seluruh karya harus dimainkan secara utuh dalam satu video tanpa pemotongan atau penyuntingan.

Video wajib menggunakan judul Ananda Sukarlan Award 2027, (nama peserta),, (kategori)". Peserta juga harus mencantumkan judul setiap karya beserta nama komponis secara lengkap pada keterangan video. Khusus kategori musik kamar atau chamber music, nama seluruh pemain wajib dituliskan.

Batas akhir pengunggahan video adalah 26 Maret 2027 pukul 23.59 WIB. Pengumuman finalis akan disampaikan melalui Instagram @anandasukarlan paling lambat 26 April 2027.

Ananda Sukarlan Award terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia, baik yang tinggal di dalam maupun luar negeri. Kompetisi ini mencakup berbagai instrumen musik, penampilan solo, kelompok musik kamar, serta vokal klasik.

Selain karya Beethoven, peserta juga dianjurkan membawakan komposisi Ananda Sukarlan yang berkaitan dengannya. Untuk kategori profesional, pilihannya antara lain “No More Moonlight Over Jakarta” dan “Rapsodia Nusantara No. 44”. Sementara kategori Young Artist dapat membawakan “Because It's Moonlight Sonata”, “Prelude & Fugue on Angso Duo”, atau “Amelia Thinks Classical Music is Boring”.

ASA Melahirkan Musisi Klasik Berprestasi
Didirikan pada 2008 oleh Pia Alisjahbana, pendiri Femina Group, ASA telah menjadi wadah lahirnya musisi klasik Indonesia, termasuk Isyana Sarasvati, Mariska Setiawan, Calvin Abdiel Tambunan, Congyu Wang, dan Dr. Edith Widayani.

Ananda Sukarlan juga mengembangkan KPN+ bersama manajernya, Chendra Effendy Panatan. Kompetisi tersebut kini menjangkau berbagai instrumen dan vokal klasik di 11 kota. Pada 2025, KPN+ diikuti 587 peserta, sedangkan jumlah pesertanya pada 2026 telah melampaui 600 orang.

Keterlibatan Ananda Sukarlan dalam perayaan Beethoven juga memiliki rekam jejak internasional. Pada 2019, ia terpilih sebagai salah satu dari 32 komponis dunia dalam proyek 32 Bright Clouds untuk memperingati 250 tahun kelahiran Beethoven. Ia kemudian menciptakan “No More Moonlight Over Jakarta”, karya yang terinspirasi dari Moonlight Sonata.

Melalui ASA 2027, musik klasik diharapkan terus berkembang sekaligus membuka peluang bagi generasi baru musisi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung nasional dan internasional. (kintan)