Indonesiasenang-, Ada masa ketika hidup tidak meminta solusi. Tidak juga jawaban panjang atau nasihat yang terasa berat. Yang dibutuhkan hanyalah kehadiran, diam, hangat, dan jujur. Di ruang itulah Amanda Mutia meletakkan cerita barunya lewat single berjudul “Peluk”.

Dirilis sebagai pop ballad bernuansa intim, “Peluk” menjadi pengakuan lembut tentang kelelahan batin yang sering tersembunyi di balik senyum. Lagu ini juga menandai langkah perdana Project Alfa, sebuah kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords, yang berfokus pada kurasi karya dan perlindungan hak cipta musisi.

Lagu ini dibuka dengan adegan yang sederhana, nyaris seperti potongan ingatan, “Duduk diteras berdua. Bercengkrama tanpa kata”.

Bukan kebetulan. Amanda Mutia membawa pendengar masuk ke momen kecil yang terasa akrab: kebersamaan tanpa tuntutan, tanpa dialog yang melelahkan. Di sana, “peluk” bukan sekadar gestur fisik, melainkan ruang aman tempat seseorang boleh berhenti sejenak dari dunia yang terus menekan.

Lewat liriknya, Amanda Mutia tidak menghindari kenyataan pahit. Dunia digambarkan sebagai ruang yang seharusnya penuh tawa, namun justru dipenuhi kepura-puraan. Ada luka yang disamarkan, ada tangis yang sengaja disembunyikan, “Sedih kecewa ku tutupi dengan tawa”.

Di titik ini, “Peluk” berubah menjadi refleksi personal. Tentang bagaimana manusia belajar bertahan, meski jiwanya lelah. Tentang keinginan sederhana untuk tidak terus-menerus “terkutuk luka”.

Reffrain lagu ini menjadi pusat emosinya. “Peluk” digambarkan sebagai kekuatan, sebagai pelita yang menerangi langkah ketika seseorang tak lagi kuasa menghadapi sandiwara dunia. Aransemen yang minimalis membuat vokal Amanda Mutia terasa sangat dekat, seolah ia sedang bercerita, bukan bernyanyi.

Pendekatan ini konsisten dengan karakter Amanda Mutia yang dikenal mengekspresikan kisah personal melalui musik. Tidak ada dramatisasi berlebihan. Justru kejujuran dan kesederhanaan itulah yang membuat “Peluk” terasa relevan bagi banyak pendengar.

Sebagai rilisan perdana Project Alfa, “Peluk” bukan hanya tentang satu lagu, melainkan tentang komitmen jangka panjang: menghadirkan karya yang terkurasi dengan sistem rilis yang jelas dan perlindungan hak cipta yang kuat. Sebuah langkah penting di tengah industri musik yang terus berubah.

Kini, single “Peluk” telah tersedia di berbagai platform musik digital. Namun lebih dari itu, lagu ini hadir sebagai teman untuk mereka yang lelah, rindu, dan hanya ingin merasa ditemani, walau sebentar, di tengah dunia yang tak selalu ramah. (devin; foto pam)