Indonesiasenang-, Akses terhadap hiburan layar lebar di Indonesia masih belum merata. Di tengah dominasi bioskop besar dan layanan streaming berbayar, sebagian besar masyarakat terutama di luar pusat kota masih belum memiliki pilihan hiburan yang mudah dijangkau. Data menunjukkan, hanya sekitar 21,7 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses langsung ke bioskop.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya kolaborasi antara Layar Digi dan Alfamart. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), keduanya sepakat menghadirkan solusi hiburan alternatif berbasis komunitas lewat konsep Micro Cinema yang akan hadir di sejumlah gerai Alfamart.
Layar Digi merupakan inisiatif yang mengadaptasi semangat layar tancap Indonesia ke dalam format modern berbasis teknologi digital. Menghadirkan pengalaman nonton bareng di ruang publik, Layar Digi tidak hanya menayangkan film, tetapi juga konten edukatif, karya kreatif lokal, hingga promosi UMKM dengan biaya yang terjangkau.
“Hiburan bagi kami bukan sekadar tontonan, melainkan jembatan yang mempertemukan cerita, budaya, dan masyarakat. Kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk membuka akses hiburan yang lebih inklusif”, kata Victor Timothy selaku CEO Layar Digi.
Dalam kolaborasi ini, ruang-ruang strategis di lantai dua gerai Alfamart yang dinilai memiliki potensi optimal akan dimanfaatkan sebagai titik pemutaran Micro Cinema. Masyarakat dapat menikmati pengalaman layar lebar tanpa harus bergantung pada jaringan bioskop konvensional atau platform streaming berlangganan.
Sebagai jaringan ritel yang dekat dengan keseharian masyarakat, Alfamart melihat kolaborasi ini sebagai upaya memperluas peran gerai menjadi ruang komunitas. “Alfamart hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menjadi ruang edukasi, interaksi, dan hiburan yang bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat”, ujar Hans Prawira selaku Presiden Direktur Alfamart.
Tahap awal implementasi akan dimulai di Alfamart Agricola, Gading Serpong, yang dijadwalkan beroperasi pada Maret 2026. Lokasi ini akan menjadi showcase sebelum ekspansi diperluas ke 50 kota strategis di Indonesia, dengan target menjangkau lebih dari 500.000 penonton langsung pada fase awal pengembangan.
Lebih dari sekadar hiburan, kehadiran Layar Digi juga membuka peluang baru bagi sineas lokal untuk memperluas distribusi karya, bagi UMKM untuk mempromosikan produk, serta bagi komunitas pendidikan untuk memanfaatkan layar sebagai media pembelajaran yang interaktif.
Kolaborasi Layar Digi dan Alfamart menegaskan bahwa hiburan dapat menjadi bagian dari infrastruktur sosial. Dengan memanfaatkan ekosistem ritel yang telah tersebar luas, hiburan kini hadir lebih dekat, lebih merata, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. (dewa; foto amld)