Indonesiasenang-, Film drama keluarga Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan berhasil menjadi fenomena emosional baru di layar lebar Indonesia. Baru dua hari tayang di bioskop, film produksi Rapi Films bersama Screenplay Films dan Vortera Studios ini sukses mengumpulkan 88.060 penonton yang larut dalam suasana haru di dalam studio.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana kisah tentang keluarga, kehilangan, dan memori ternyata masih menjadi tema yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Di media sosial hingga obrolan penonton selepas pemutaran, film garapan Kuntz Agus dengan naskah karya Alim Sudio itu menjadi perbincangan hangat karena dinilai menghadirkan drama keluarga yang terasa sangat personal dan realistis.

Dibintangi Lulu Tobing, Yasmin Napper, Ibnu Jamil, Shofia Shireen, dan Jordan Omar, film ini mengangkat kisah Kesha yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika sang ibu, Yuke Yolanda, didiagnosis menderita Alzheimer.

Konflik utama film ini bukan sekadar tentang penyakit, melainkan ketakutan psikologis paling mendasar dalam hubungan keluarga: dilupakan oleh orang yang paling mencintai kita. Alzheimer digambarkan perlahan menghapus ingatan, kebiasaan, hingga momen-momen hangat yang selama ini menjadi fondasi sebuah rumah tangga.

Di tengah proses kehilangan memori tersebut, Kesha bersama ayah dan kedua adiknya dipaksa bertarung dengan waktu sebelum seluruh kenangan tentang mereka benar-benar hilang dari kepala sang ibu. Situasi inilah yang membuat film terasa begitu menyesakkan secara emosional.

Pendekatan psikologis yang dihadirkan film ini juga terasa kuat karena memperlihatkan bagaimana setiap anggota keluarga memproses trauma dengan cara berbeda. Kesha sebagai anak sulung digambarkan memendam beban emosional demi terlihat kuat di depan keluarga. Sementara sosok ibu menjadi simbol rasa aman yang perlahan memudar akibat penyakit degeneratif tersebut.

Resonansi emosional itu bahkan terasa nyata dalam sesi meet & greet di Bandung. Suasana studio berubah penuh tangis ketika seorang penonton mengaku sangat terkait dengan karakter Kesha.

“Sebagai anak pertama, aku relate banget sama kisah Kesha, yang selalu memendam perasaannya, padahal punya masalah sendiri juga”, ujar penonton tersebut sambil menangis.

Momen itu semakin emosional ketika para pemain utama langsung memeluk penonton tersebut di depan audiens yang ikut larut dalam suasana haru.

Tak hanya anak sulung, seorang penonton lain yang merupakan anak tunggal juga mengaku film tersebut membuatnya membayangkan ketakutan terbesar dalam hidupnya. “Kalau ibu sampai lupa akan keberadaanku, itu sama saja kayak hidupnya hancur”, tuturnya setelah keluar dari studio bioskop.

Respons penonton tersebut memperlihatkan bahwa Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan berhasil menyentuh lapisan psikologis terdalam tentang relasi anak dan orang tua. Film ini bukan hanya menghadirkan air mata, tetapi juga refleksi mengenai pentingnya menciptakan memori bersama keluarga sebelum waktu merenggut semuanya.

Di tengah maraknya film dengan tema hiburan ringan, kehadiran film ini justru menjadi pengingat keras tentang rapuhnya ingatan manusia dan betapa berharganya keberadaan keluarga di kehidupan sehari-hari.

Saat ini, film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan masih tayang di bioskop seluruh Indonesia, termasuk dengan promo tiket Buy 1 Get 1 Free melalui aplikasi m.tix, TIX ID, CGV, dan Cinepolis dalam periode terbatas. (kelvin; foto ylbh)