Indonesiasenang-, Gerakan Masjid Bersih (GMB) 2025 memasuki tahun ke-10 dengan arah dampak yang semakin terfokus. Tahun ini, sebanyak 50 persen dari total alokasi donasi diprioritaskan untuk masjid-masjid di Pulau Sumatera, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan pemulihan pascabencana.
Program kolaborasi antara WIPOL dan Dewan Masjid Indonesia ini secara nasional menjangkau 54.000 masjid di 12 provinsi. Dari jumlah tersebut, setengahnya difokuskan untuk Sumatera sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan fasilitas ibadah sekaligus peningkatan kenyamanan jamaah.

Masjid di Sumatera dan Peran Strategis Pascabencana
Di berbagai wilayah Sumatera, masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan ruang berkumpul masyarakat. Dalam situasi pascabencana, masjid kerap menjadi titik koordinasi bantuan, pos logistik darurat, hingga penguatan spiritual warga.
Melalui distribusi 54.000 paket kebersihan, GMB 2025 mendukung masjid agar tetap bersih dan nyaman, terutama selama Ramadan ketika aktivitas ibadah meningkat. Penyaluran dilakukan melalui jaringan DMI agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau daerah prioritas.

Nurdiana Darus, Director of Communication, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, menegaskan komitmen jangka panjang program ini.
“Selama 10 tahun, Gerakan Masjid Bersih menjadi komitmen jangka panjang WIPOL untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami percaya masjid yang bersih dan nyaman tak lepas dari dedikasi marbot. Melalui kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan, kami mengajak masyarakat memberi perhatian nyata bagi marbot,” ujarnya.
Dukungan Nyata untuk Marbot Masjid
Fokus pada Sumatera juga berarti memperhatikan kesejahteraan marbot—penjaga kebersihan dan kelancaran aktivitas masjid setiap hari. Melalui kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan, 2,5 persen dari keuntungan penjualan produk dialokasikan untuk:
- Distribusi paket kebersihan
- Pemberangkatan dua pasang marbot untuk umroh
- Pemberian THR mudik bagi 20 marbot

Program ini melanjutkan kolaborasi sosial sebelumnya bersama Badan Amil Zakat Nasional, yang pada tahun lalu memberangkatkan 100 marbot pulang kampung.
Sekretaris Jenderal DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, turut mengapresiasi konsistensi inisiatif ini.
“Di balik kenyamanan masjid, ada peran marbot yang bekerja penuh tanggung jawab. Menghargai marbot berarti menjaga kehormatan masjid. Semoga gerakan ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk memuliakan penjaga rumah ibadah,” ujarnya.

Gerakan Kolektif untuk Dampak Lebih Merata
Dengan mengalokasikan 50 persen donasi untuk Sumatera, Gerakan Masjid Bersih 2025 menegaskan komitmennya menghadirkan dampak yang lebih merata dan berkelanjutan. Fokus ini bukan hanya soal kebersihan fisik masjid, tetapi juga penguatan solidaritas sosial serta dukungan nyata bagi marbot sebagai garda terdepan perawatan rumah ibadah.
Memasuki satu dekade pelaksanaan, GMB terus berkembang sebagai gerakan kolaboratif berbasis empati—menghadirkan masjid yang lebih nyaman sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kebersamaan masyarakat. (kintan; humwip)