Indonesiasenang-, KEDIRI – Tiga tahun lalu, sebagian besar siswa yang masuk SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School datang dengan mimpi yang sederhana: lulus sekolah. Bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin dan sangat miskin, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sering kali terasa terlalu jauh untuk dibayangkan.

Namun kini, cerita mereka berubah drastis.

Dari total 126 siswa angkatan pertama, sebanyak 101 siswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Bahkan, tingkat kelulusan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mencapai 73,21 persen, menjadikannya yang tertinggi di Kabupaten Kediri. Capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa pendidikan yang tepat mampu mengubah masa depan seseorang.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School yang selama tiga tahun terakhir menjalankan sistem pendidikan berasrama dengan pendekatan pembelajaran yang lebih terstruktur dan intensif.

Puluhan Siswa Berhasil Masuk PTN Favorit
Para siswa yang kini berhasil menembus perguruan tinggi negeri ternama sebelumnya datang dari latar belakang yang penuh keterbatasan. Banyak di antara mereka yang tidak pernah membayangkan bisa duduk di bangku kuliah, apalagi di kampus-kampus favorit Indonesia.

Kini, nama-nama perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Surabaya, hingga Universitas Jember menjadi bagian dari perjalanan baru mereka.

Perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Selama tiga tahun, siswa mendapatkan pendampingan akademik yang konsisten sekaligus pembinaan karakter melalui kehidupan berasrama. Sistem ini memungkinkan sekolah memantau perkembangan siswa secara lebih dekat, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.

Press Conference Putera Sampoerna Foundation Lighthouse School Program (LSP).

Transformasi Pola Pikir Jadi Kunci Keberhasilan
Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Ahmad Riziq Mubarok, mengatakan bahwa transformasi terbesar justru terlihat pada perubahan pola pikir siswa.

Menurutnya, banyak siswa yang pada awalnya merasa perguruan tinggi merupakan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Namun melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, mereka mulai memiliki kepercayaan diri dan keberanian untuk menetapkan target yang lebih tinggi.

"Bukan hanya kemampuan akademik siswa yang tumbuh, tetapi juga kepercayaan diri dan keberanian untuk meraih cita-cita yang sebelumnya terasa di luar jangkauan," ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga menerapkan berbagai program pendampingan yang membantu siswa mengenali potensi diri, meningkatkan motivasi belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Pendidikan Berasrama Dorong Prestasi Siswa
Model pendidikan ini menunjukkan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang mendukung. Ketika sekolah mampu menghadirkan sistem yang terarah, siswa dari latar belakang paling tertinggal sekalipun dapat berkembang dan bersaing dengan siswa dari daerah lain.

Keberhasilan tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kediri yang sejak awal melihat pendidikan sebagai salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, menilai program yang dijalankan di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School merupakan langkah nyata dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini rentan tertinggal.

Kolaborasi Sekolah, Pemerintah, dan Mitra Pendidikan
Di balik capaian para siswa, terdapat kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, guru, orang tua, serta Putera Sampoerna Foundation melalui Lighthouse School Program (LSP). Program ini berfokus pada penguatan ekosistem pendidikan, mulai dari tata kelola sekolah, kepemimpinan, peningkatan kapasitas guru, hingga pembinaan siswa di lingkungan asrama.

Pendekatan yang menyeluruh tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong lahirnya perubahan nyata dalam waktu relatif singkat.

Kini, SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tidak hanya merayakan kelulusan angkatan pertamanya. Sekolah ini juga menghadirkan sebuah pesan penting bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari perjalanan seorang anak. (kintan)