100% Manusia Film Festival 2026 Resmi Dibuka Dengan Pemutaran 6 Film Pendek

100% Manusia Film Festival 2026 resmi dibuka dengan enam film pendek bertema kemanusiaan, cinta, empati, dan program inklusif yang inspiratif

100% Manusia Film Festival 2026 Resmi Dibuka Dengan Pemutaran 6 Film Pendek

Indonesiasenang-,  100% Manusia Film Festival (100% MFF) 2026 resmi membuka penyelenggaraan edisi ke-10 di Erasmus Huis, Jakarta, Kamis (6/8). Mengusung tema "A Decade of Love Language", festival ini menandai satu dekade perjalanan sebagai ruang yang mengajak masyarakat berdialog tentang kemanusiaan melalui film, seni, dan berbagai medium kreatif.

Momen pembukaan diawali dengan program 100% Love Language, kompilasi enam film pendek Indonesia yang mengangkat beragam makna kasih sayang, kehilangan, keberanian, penerimaan, hingga harapan. Film-film tersebut adalah Waktu Luang - Longing, Folding Sadness, Malam Sepanjang Nafas - A Night as Long as Breath, BAGUS: Dancing Like a Lady, Parade si Rambo - Over the Rambo, serta Selamat Tidur, Adil! - Good Night, Adil!

selamat-tidur-adil-parade-si-rambo-film-pendek-100-manusia-2026
Film pendek Selamat Tidur, Adil! dan Parade si Rambo dalam 100% Manusia Film Festival 2026

Beberapa genre di sajikan seperti komedi, drama, hingga horor. Meski hanya film pendek dengan durasi tak lebih dari 15 menit, namun rupanya mampu membius penonton yang hadir.

Menurut  tim Indonesiasenang.com, salah satu film yang menarik perhatian adalah Parade si Rambo, di mana sebenarnya banyak pesan disampaikan dalam film pendek ini. Tekanan keluarga yang memicu stress, membuat orang tak mampu berpikir jernih. Ditambah dengan tingkat kemampuan literasi yang kurang, pada akhirnya membuat seseorang melakukan hal konyol.

Dan film Selamat Tidur, Adil! yang mengangkat tentang pembullyan, yang dipasangkan dengan suasana horor, menggambarkan sebab akibat hingga mempengaruhi psikis manusia itu sendiri.

penonton-film-100-persen-manusia-film-festival-2026
Antusiasme pecinta film dalam pembukaan 100% Manusia Film Festival

Pastinya Sobat Senang bisa memilih ragam film seru lainnya yang masih akan tayang selama Festival berlangsung.

Kepala Program Film 100% Manusia Film Festival 2026, Meninaputri Wismurti, mengatakan program tersebut dipilih sebagai pembuka karena paling merepresentasikan tema festival tahun ini.
"Film-film pendek yang terpilih sebagai pembuka festival dalam program 100% Love Language ini memperlihatkan kisah-kisah cinta di masyarakat kita yang majemuk dan hadir dalam berbagai bentuk, cerita dan rasa. Lewat enam film pendek Indonesia ini, kami ingin mengajak penonton melihat bahwa memahami pengalaman orang lain, salah satunya dengan cara menonton film, adalah langkah pertama untuk memahami kemanusiaan," ujarnya.

Melalui enam kisah dari latar belakang yang berbeda, program pembuka ini mengajak penonton melihat bahwa cinta, empati, dan kemanusiaan hadir dalam beragam bentuk. Tak hanya menjadi sesi pemutaran film, acara pembukaan juga menjadi ruang pertemuan antara penonton dan para sineas untuk berdiskusi mengenai cerita-cerita yang dihadirkan.

hannah-al-rashid-stijn-kuipers-100-persen-manusia-film-festival-2026
Hannah Al Rashid (Duta 100% Manusia Film Festival 2026) dan Stijn Kuipers (Acting Director of Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis)

Duta 100% Manusia Film Festival 2026, Hannah Al Rashid, juga menilai festival ini menjadi ruang yang memperluas cara pandang terhadap pengalaman hidup manusia.

"Saya selalu mencintai film-film yang memperlihatkan pengalaman manusia dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang. Lewat 100% Manusia Film Festival, kita diingatkan bahwa tidak ada perjuangan yang benar-benar kita hadapi sendirian. Selama sepuluh tahun, festival ini telah menjadi ruang yang aman bagi siapa pun untuk belajar, memahami, dan melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Dan yaaaa kapan lagi nonton film gratis kan!'' kata Hannah sambil berseloroh.

Selain pemutaran film, perayaan satu dekade festival juga menghadirkan sejumlah program non-film, mulai dari 100% Exhibition: A Decade of Love Language, program inklusif 100% Cinergi untuk penonton tunanetra, hingga lokakarya 100% DIY: Sign Language yang mengajak masyarakat mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Seluruh program tersebut dirancang untuk memperluas ruang dialog dan menghadirkan pengalaman festival yang lebih inklusif. (kitan; foto praba)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.